Sapi Belgia Bukan Sapi GMO

Sapi Belgia atau Belgian Blue atau Blanc-Bleu Belge bukan hasil GMO atau Genetic Modification. Sapi-sapi ini adalah hasil kawin silang sejak awal 1900 dan merupakan cara inovatif Belgia dalam menghadapi kekurangan daging sapi dan kekurangan lahan padang penggembalaan. Hasil kawin silangnya sangat positif sehingga dengan lahan terbatas, Belgia mampu menghasilkan sapi-sapi yang berdaging banyak. Luas Belgia adalah 30.000 km persegi dan memiliki sekitar 1.5 juta sapi-sapi Belgia dan 1 juta sapi lainnya seperti Limousin, Simental dan FH. Artinya, setiap sapi di Belgia hanya memerlukan 0,012 km persegi saja atau 12 meter persegi. Sapi-sapi Belgia yang beratnya rata-rata 500 kg dalam usia 12 bulan ini hanya memerlukan 12 meter persegi saja. Sementara itu luas tanah Indonesia adalah 2 juta km persegi dengan 13 juta sapi. Artinya, setiap sapi di Indonesia memerlukan 0,15 km persegi atau 150 meter persegi dan sapi-sapi di Indonesia beratnya 200 kg usia 1 tahun. Tingkat produktifitas kita sangat rendah. Quo Vadis?

Sapi Belgia : Belgian Blue

Sapi Belgia adalah sapi hasil “selective breeding”, bukan anomali seperti yang disebutkan dalam suatu blog, juga bukan rekayasa genetika atau GMO, karena GMO hanya untuk tumbuhan. Sapi Belgia adalah model nyata upaya swasembada pangan yang jelas dan terukur suatu bangsa.

Sapi Belgia adalah hasil proses panjang kawin silang dan “selective breeding” selama hampir 200 tahun dari pengembangan hasil “cross-breeding” sapi Durham Shorthorn dari Inggris dan Freisian Holstein dari Belanda.

Sapi Belgia adalah hasil kerja keras para petani, akademisi dan Pemerintah Belgia dalam mengembangkan jenis sapi baru dengan metode evolusi selama puluhan tahun. Pengembangan sapi Belgia mencapai titik momentum pada saat teknologi inseminasi buatan digunakan di Belgia pada tahun 1947.

Sapi Belgia bersifat jinak, fertilitas tinggi, berotot ganda, karkas hampir 80%, dengan daging sangat empuk dan rendah kolesterol.

Otot ganda sapi Belgia disebabkan perkembangan otot dari hyperplasia atau perkembangan satuan otot menjadi hypertrophi atau perkembangan kelompok otot. Perkembangan ini disebabkan adanya gen myostatin yang bermutasi secara alami akibat crossbreeding. Ini fenomena crossbreeding biasa, dan bukan hasil suntikan steroid atau zat zat kimia. Ini model terbaik crossbreeding yang terencana dan uniform.

Sapi Belgia telah berkembang di Eropa, Amerika, Afrika, Asia dan Pasifik, termasuk Australia. Sapi Belgia di Australia dikembangkan dalam crossbreeding untuk menciptakan Australian Prime Beef  yang diekspor ke berbagai negara termasuk Indonesia.

PT Lembu Biru Indonesia akan mengembangkan sapi Belgia di Indonesia. 

Tertarik bergabung? Klik di http://lembubirubelgia.wix.com/sapibelgia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.